{"id":321,"date":"2022-07-04T14:34:37","date_gmt":"2022-07-04T14:34:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/?p=321"},"modified":"2022-07-04T14:34:39","modified_gmt":"2022-07-04T14:34:39","slug":"toxic-relationship-bisa-terjadi-dengan-siapa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/2022\/07\/04\/toxic-relationship-bisa-terjadi-dengan-siapa-saja\/","title":{"rendered":"Toxic Relationship Bisa Terjadi Dengan Siapa Saja"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagian dari orang mungkin mengira bahwa <em>toxic relationship <\/em>hanya bisa timbul dalam hubungan romantis saja. Tapi, kamu tau gak sih kalau permasalahan ini juga bisa timbul dalam hubungan pertemanan, hingga keluarga?<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam BagiSuara 4.30, Dina mengupas tuntas tentang permasalahan ini. Salah satu faktor utama terjadinya <em>toxic relationship <\/em>adalah ketika salah satu pihak fokus dengan tujuannya sendiri, bukan tujuan bersama. Bisa dibilang, sikap egois merupakan akar permasalahan dari <em>toxic relationship<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, sikap egois seseorang timbul akibat rasa <em>insecure<\/em> karena mereka merasa adanya kekurangan dalam dirinya. Dari ketidakpercayaan diri<em> <\/em>ini, mereka jadi mementingkan kepentingannya sendiri tanpa memberikan kesempatan ke pihak lainnya. Contohnya dalam pertemanan, ketika kamu tidak memberikan kesempatan untuk temanmu bersaing di suatu perlombaan (atau konteks apapun yang memerlukan persaingan), itu bisa menjadi pertanda bahwa kamu menjadi pihak yang <em>toxic<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kamu mulai merasakan&nbsp; kamu menjadi pihak yang <em>toxic <\/em>dalam suatu hubungan, atau teman-teman kamu mulai berjarak dengan kamu, ada baiknya kamu mengevaluasi diri dan berusaha mengenal dirimu lebih baik lagi untuk mengetahui akar dari permasalahannya. Nah di sisi lain, kalau kamu merasa bahwa dirimu korban dari <em>toxic relationship<\/em>, cobalah untuk menegur pihak yang terkait dan kurangi rasa \u201cga enakan\u201d terhadap mereka. Dengan kamu berusaha untuk \u201cmemutuskan rantai\u201d hubungan <em>toxic relationship<\/em> itu, semoga mereka mulai untuk memikirkan evaluasi diri dan tidak meremehkanmu seenaknya lagi<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa untuk dengerin BagiSuara episode 4.30 &#8211; Suara Psikolog &#8211; Toxic Relationship, ya!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Spotify Embed: 4.30 - Suara Psikolog - Toxic Relationship\" style=\"border-radius: 12px\" width=\"100%\" height=\"152\" frameborder=\"0\" allowfullscreen allow=\"autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture\" src=\"https:\/\/open.spotify.com\/embed\/episode\/5rF6iQDRzbTXIryFMsXXxv?si=gWgq1PrJS_2bl8A2vNe2ZQ&#038;utm_source=oembed\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagian dari orang mungkin mengira bahwa toxic relationship hanya bisa timbul dalam hubungan romantis saja. Tapi, kamu tau gak sih kalau permasalahan ini juga bisa timbul dalam hubungan pertemanan, hingga keluarga? Dalam BagiSuara 4.30, Dina mengupas tuntas tentang permasalahan ini. Salah satu faktor utama terjadinya toxic relationship adalah ketika salah satu pihak fokus dengan tujuannya&hellip;&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/2022\/07\/04\/toxic-relationship-bisa-terjadi-dengan-siapa-saja\/\" class=\"\" rel=\"bookmark\">Read More &raquo;<span class=\"screen-reader-text\">Toxic Relationship Bisa Terjadi Dengan Siapa Saja<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":322,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"podcast_url":"","podcast_explicit":"","podcast_captioned":false,"podcast_duration":"","podcast_filesize":0,"podcast_mime":"","enclosure":"","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[14,7,13],"tags":[],"podcasting_podcasts":[11],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/321"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=321"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":323,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/321\/revisions\/323"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/media\/322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=321"},{"taxonomy":"podcasting_podcasts","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/podcasting_podcasts?post=321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}