{"id":223,"date":"2022-03-24T12:56:35","date_gmt":"2022-03-24T12:56:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/?p=223"},"modified":"2022-03-24T12:57:05","modified_gmt":"2022-03-24T12:57:05","slug":"quarter-life-crisis-fenomena-hidup-yang-sebenarnya-dibutuhkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/2022\/03\/24\/quarter-life-crisis-fenomena-hidup-yang-sebenarnya-dibutuhkan\/","title":{"rendered":"Quarter-Life Crisis, Fenomena Hidup yang Sebenarnya Dibutuhkan?"},"content":{"rendered":"\n<p>Buat kamu yang sekarang berumur 20-an, pasti sudah gak asing lagi dengan fenomena psikologis <em>quarter-life crisis.<\/em> Kondisi yang biasa ditemukan pada orang berumur 25 sampai awal 30-an ini adalah sebuah periode ketika mereka merasakan ketidakpastian dalam hidupnya. Lebih lanjut, Fischer (2008) menjelaskan <em>quarter-life crisis<\/em> sebagai perasaan khawatir yang hadir atas ketidakpastian kehidupan pada beragam aspek, di antaranya hubungan, karier, dan kehidupan sosial. Orang-orang yang sedang mengalami <em>quarter-life crisis<\/em> biasanya merasa bingung dan terperangkap, seolah-olah hidupnya begitu-begitu aja.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam melewati periode ini, mereka sering bertanya kepada diri mereka sendiri tentang hidupnya. Pertanyaan seperti \u201cGue mau ngapain sekarang?\u201d atau \u201cSebenernya apa sih tujuan hidup gue?\u201d menjadi pertanyaan yang kerap kali muncul di pikiran sebelum tidur malam. <em>Well\u2026 you\u2019ll never find out until you search for it yourself.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat yang bersamaan, di umur-umur segitu hampir semua orang pasti lagi sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sampai lupa dengan tujuan hidupnya yang sebenarnya. Maka dari itu, beberapa orang berpendapat bahwa <em>quarter-life crisis<\/em> memang dibutuhkan oleh para <em>young adults<\/em> agar mereka bisa <em>take a break, relax, and contemplate on their lives<\/em>. Kondisi ini mungkin juga bisa menjadi sebuah peringatan agar mereka mengingat kembali apa tujuan mereka dan terus berusaha untuk mencapai apa yang mereka inginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Buat kamu yang ngerasa lagi ada di kondisi ini, <em>you\u2019ll get through it<\/em>. Jangan dilewati sendiri, temukan support system kamu, dan jangan malu untuk mencari pertolongan kalau butuh.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Spotify Embed: BagiSelera Vol. 3 - To Those Who Feel Stranded\" style=\"border-radius: 12px\" width=\"100%\" height=\"152\" frameborder=\"0\" allowfullscreen allow=\"autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture\" src=\"https:\/\/open.spotify.com\/embed\/episode\/244ggaMrlUpTyiq9RpKt5u?si=NUIY8aqhSiim0GSq1WLOUA&#038;utm_source=oembed\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Sumber<\/strong><br>Beaton, C. (2017). Why Millennials Need Quarter-Life Crises. Psychology Today: <a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/the-gen-y-guide\/201709\/why-millennials-need-quarter-life-crises\">https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/the-gen-y-guide\/201709\/why-millennials-need-quarter-life-crises<\/a><br>Brigham, T. (2021). Managing A Quarter Life Crisis In The Midst Of A Crisis. Forbes.com: <a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/tessbrigham\/2021\/03\/24\/managing-a-quarter-life-crisis-in-the-midst-of-a-crisis\/?sh=1cf2dd9f6393\">https:\/\/www.forbes.com\/sites\/tessbrigham\/2021\/03\/24\/managing-a-quarter-life-crisis-in-the-midst-of-a-crisis\/?sh=1cf2dd9f6393<\/a><br>Fischer, K. (2008). Ramen Noodles, Rent and Resumes: An After-College Guide to Life. California: SuperCollegeLLC.<br>Understanding the Quarter-Life Crisis. Bradley University: <a href=\"https:\/\/onlinedegrees.bradley.edu\/blog\/understanding-the-quarter-life-crisis\/\">https:\/\/onlinedegrees.bradley.edu\/blog\/understanding-the-quarter-life-crisis\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buat kamu yang sekarang berumur 20-an, pasti sudah gak asing lagi dengan fenomena psikologis quarter-life crisis. Kondisi yang biasa ditemukan pada orang berumur 25 sampai awal 30-an ini adalah sebuah periode ketika mereka merasakan ketidakpastian dalam hidupnya. Lebih lanjut, Fischer (2008) menjelaskan quarter-life crisis sebagai perasaan khawatir yang hadir atas ketidakpastian kehidupan pada beragam aspek,&hellip;&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/2022\/03\/24\/quarter-life-crisis-fenomena-hidup-yang-sebenarnya-dibutuhkan\/\" class=\"\" rel=\"bookmark\">Read More &raquo;<span class=\"screen-reader-text\">Quarter-Life Crisis, Fenomena Hidup yang Sebenarnya Dibutuhkan?<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":224,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"podcast_url":"","podcast_explicit":"","podcast_captioned":false,"podcast_duration":"","podcast_filesize":0,"podcast_mime":"","enclosure":"","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"podcasting_podcasts":[11],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=223"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":226,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223\/revisions\/226"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/media\/224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=223"},{"taxonomy":"podcasting_podcasts","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bagikata.com\/bagisuara\/wp-json\/wp\/v2\/podcasting_podcasts?post=223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}