Setelah – atau untuk sebagian orang, sambil – bergelut dengan dunia perkuliahan, mayoritas orang pasti dihadapi dengan tantangan lain yang cukup besar: mencari pekerjaan. Ini merupakan salah satu langkah terbesar dalam hidup kita dan sayangnya tidak banyak institusi yang mempersiapkan kita terhadap pencarian kerja. Selain itu, saat ini pencarian kerja juga di Indonesia menjadi agak sulit karena adanya fenomena startup bubble burst yang menyebabkan PHK di beberapa perusahaan rintisan (startup) besar di Indonesia. Maka dari itu, sangat penting bagi kalian yang akan memasuki dunia kerja untuk mengetahui cara melamar kerja yang benar.
Background Check
Sebelum kalian memutuskan untuk melamar di suatu perusahaan, ada baiknya kalau kalian melakukan background check tentang perusahaan tersebut. Carilah informasi penting terkait bidang industri perusahaan, jenjang karir, pendanaan perusahaan (terutama kalau kalian ingin melamar ke startup), hingga berita terkini terkait perusahaan tersebut. Dengan melakukan background check, kamu bisa lebih mengenal calon perusahaan tujuanmu dan dihindarkan dari perekrutan bodong, kemungkinan PHK, dan hal tidak mengenakkan lainnya.
Curriculum Vitae
Curriculum Vitae atau biasa disebut CV merupakan komponen utama dalam melamar kerja. Sebelum mengirimkan lamaran kalian, pastikan bahwa kalian sudah menyiapkan CV.
Lantas, apa saja yang harus dicantumkan dalam sebuah CV?
Data diri; termasuk nama lengkap, domisili, dan nomor telepon yang bisa dihubungi, serta alamat e-mail yang terlihat profesional, mudah dieja dan aktif. Jangan mencantumkan e-mail seperti catzL0pher_12@rocket.com.
Riwayat pendidikan; cantumkan riwayat pendidikan kalian yang terbaru saja. Misal kalau kalian baru lulus kuliah, cukup cantumkan detail mengenai jenjang kuliah kalian. Atau jika kalian masih kuliah dan ingin melamar untuk magang, tuliskan dari SMA hingga kuliah. Pastikan informasi yang kalian berikan dilengkapi dengan tahun aktif dan jurusan kalian.
Riwayat kerja informal; jika kalian pernah mengikuti kepanitiaan atau organisasi di luar kampus saat kuliah, kalian bisa memasukkan nama kegiatan/organisasi serta posisi kalian pada organisasi tersebut. Sama halnya dengan pendidikan, cantumkan dari yang terbaru hingga yang paling lama.
Riwayat kerja formal; jika kalian memiliki pengalaman dalam bekerja freelance, magang, atau pekerjaan berbayar lainnya yang sekiranya relevan dengan pencarian kerja kalian, silahkan cantumkan di bagian ini. Sama seperti dua poin sebelumnya, pastikan diurutkan dari yang terbaru hingga terlama.
Cover Letter
Cover Letter adalah sebuah surat pengantar untuk mempermudah perusahaan yang kalian tuju dalam mengenal diri kalian dengan singkat dan mengetahui motivasi kalian melamar kepada perusahaan tersebut. Pada bagian ini, kalian bisa menceritakan secara singkat – maksimal 2 – 3 paragraf – siapa diri kalian dan apa yang bisa kalian kontribusikan kepada perusahaan yang kalian tuju. Jika kalian melamar via email, pastikan bahwa kalian menulis cover letter pada body email kalian.
Kelengkapan lainnya
Pastikan kalian selalu mencari informasi terlebih dahulu mengenai perusahaan yang dituju. Pencarian bisa dilakukan melalui Google atau bisa juga melalui bertanya kepada teman-teman atau alumni yang sekiranya memiliki pengetahuan mengenai perusahaan yang kalian ingin lamar. Hal ini dapat membantu kalian mendapatkan informasi-informasi penting, seperti format lamaran tertentu yang harus kalian ikuti atau formulir tambahan yang harus kalian isi, sehingga kalian sudah lebih siap sejak awal dan menciptakan kesan yang baik.
Jika kalian sudah menyiapkan semua poin di atas sebaik mungkin, maka peluang kalian untuk diterima akan meningkat. Setidaknya kalian akan masuk dalam pertimbangan sang perekrut. Penting juga bagi kalian untuk menunjukkan perhatian terhadap detail kecil apapun saat melamar pekerjaan, walau dari media virtual sekalipun. Dengan persiapan yang matang, semakin banyak kemungkinan yang bisa dicapai — dan semua berawal dari kesan pertama yang terbaik.
Artikel ini pertama kali muncul di linimasa LINE BagiKata oleh Farah Marintan, kemudian ditulis ulang oleh Sismita, dan dipublikasikan di blog BagiSuara oleh Karina Raditya